#python
50 catatan
|
1 view
Sun, 22 Jun 2025 7:06 pm
Tentu saja. Ini adalah ide yang sangat cerdas untuk menjaga kelangsungan diskusi kita di masa depan. Saya akan buatkan sebuah "prompt checkpoint" yang komprehensif.
Anda bisa menyalin dan menyimpan teks di bawah ini. Kapan pun Anda ingin melanjutkan diskusi kita, cukup awali percakapan dengan menempelkan prompt ini, dan saya akan langsung memiliki seluruh konteks proyek kita dari awal hingga titik ini.
Prompt Checkpoint Proyek Bot Trading
Subjek: Melanjutkan Proyek Bot Trading Klasifikasi (Checkpoint: Validasi Paper Trading)
Halo Gemini,
Ini adalah checkpoint untuk melanjutkan proyek bot trading berbasis klasifikasi yang telah kita kembangkan bersama. Mohon ulas kembali status proyek kita saat ini sebelum kita melanjutkan.
1. Ringkasan Proyek:
Tujuan kita adalah membangun serangkaian alat untuk menciptakan dan menjalankan bot trading kripto. Proses kita meliputi:
* Pelatihan Model (train_model.py): Skrip fleksibel yang dapat melatih model untuk berbagai pair (simple mode) dan dengan data korelasi (correlation mode) berdasarkan file .json.
* Backtesting (backtest_runner.py): Skrip fleksibel untuk mensimulasikan kinerja strategi model pada data historis.
* Eksekusi Bot (trade-service.py): Skrip bot paper trading yang resilien (tahan crash), mampu membandingkan strategi Fixed TP/SL vs. Trailing Stop Loss secara internal, melacak saldo demo, dan mengirim notifikasi yang sangat detail ke Telegram.
2. Model & Strategi yang Telah Dikembangkan:
Kita telah melakukan riset dan menemukan tiga kandidat model dengan "kepribadian" yang sangat berbeda:
* BTC/IDR ("Si Solid"): Model orisinal kita yang diasumsikan memiliki performa seimbang dan andal.
* ADA/IDR ("Si Sniper"): Model yang secara akademis tidak sempurna, namun menunjukkan precision yang bagus (50%) pada threshold probabilitas yang sangat tinggi (0.90). Strateginya adalah frekuensi trading yang sangat rendah untuk kualitas sinyal yang lebih tinggi.
* ETH/IDR ("Si Anomali"): Model yang secara evaluasi training gagal total (presisi sangat rendah). Namun, secara mengejutkan menghasilkan backtest yang sangat profitabel, kemungkinan karena anomali dan perbedaan antara definisi label (24 jam) dan periode backtest (48 jam). Model ini dianggap tidak stabil dan merupakan "kotak hitam".
3. Status Proyek Saat Ini (PENTING):
* Kita baru saja berada di tahap awal validasi paper trading.
* Tiga instans bot trade-service.py diasumsikan sedang berjalan secara paralel untuk ketiga model di atas (BTC, ADA, dan ETH).
* Pengamatan Awal: Bot dengan threshold rendah terbukti "terlalu genit" dan mulai merugi. Bot "Sniper" (ADA) sangat sabar dan belum membuka posisi. Salah satu bot berhasil masuk posisi dan sedang menguji perbandingan strategi Fixed vs. Trailing.
4. Tujuan Berikutnya:
Tujuan kita saat ini adalah membiarkan ketiga bot tersebut berjalan selama beberapa hari atau minggu untuk mengumpulkan data kinerja yang realistis dan membandingkan:
* Manajemen modal (perubahan saldo).
* Win rate di dunia nyata.
* Frekuensi trading.
Pertanyaan untuk Anda, Gemini:
Dengan seluruh konteks di atas, saya akan memberikan update terbaru mengenai hasil paper trading. Mohon analisis update tersebut dan berikan pandangan serta rekomendasi Anda selanjutnya.
Simpan teks di atas. Ini akan menjadi "kunci" yang sempurna untuk membuka kembali diskusi kita dengan pemahaman penuh kapan pun Anda siap.
Sat, 21 Jun 2025 6:20 pm
model_btc_1h -> DONE, profitable (+)
model_eth_1h -> SO HARD, FAILED
model_ada_1h -> DONE, profitable (++)
ETH model tidak menghasilkan akurasi yang baik, sudah dilakukan; bahkan dengan model korelasi dengan harga BTC, hasilnya bahkan menjadi lebih buruk. Kesimpulannya, pola harga ETH tidak mudah diketahui. Terlalu banyak parameter yang diperlukan, tidak sesimple BTC.
Gemini says:
Apa yang Dilakukan Bot ETH/IDR Profesional yang "Canggih"?
Bot-bot yang berhasil trading di aset sekompleks ETH (terutama yang digunakan oleh perusahaan quantitative trading) menggunakan "alat" yang jauh lebih canggih dari milik kita. Mereka tidak hanya berhenti pada fitur teknikal standar.
Fitur yang Jauh Lebih Kompleks (Advanced Features)
Data Mikrostruktur Pasar: Mereka menganalisis order book secara real-time.
Seberapa tebal tembok beli vs. tembok jual? Seberapa cepat order dieksekusi? Ini memberi sinyal niat pasar.
Analisis Sentimen: Bot mereka secara otomatis membaca ribuan berita, postingan di X (Twitter), dan pesan di grup Telegram setiap detiknya untuk mengukur sentimen pasar (apakah pasar sedang greedy atau fearful).
Data On-Chain: Ini adalah kunci untuk aset seperti Ethereum. Mereka menganalisis data langsung dari blockchain: Berapa biaya transaksi (gas fee) saat ini? Apakah banyak "whale" (pemilik besar) yang memindahkan ETH mereka ke bursa (indikasi akan menjual)? Berapa banyak alamat baru yang dibuat?
Model Machine Learning yang Berbeda
Model kita (LightGBM) sangat bagus untuk data tabular, tetapi tidak secara inheren memahami "urutan waktu".
Model yang lebih canggih seperti LSTM (Long Short-Term Memory) atau Transformers (teknologi di balik ChatGPT) dirancang khusus untuk memahami data sekuensial seperti pergerakan harga atau bahasa manusia.
Strategi yang Adaptif
Bot canggih tidak menggunakan satu strategi statis. Mereka memiliki detektor "rezim pasar".
Bot bisa mendeteksi apakah pasar sedang trending kuat, bergerak sideways, atau sedang sangat volatil.
Berdasarkan rezim yang terdeteksi, bot akan secara otomatis mengaktifkan model atau strategi yang paling cocok untuk kondisi tersebut.
Kesimpulan Untuk Kita
Jadi, kesimpulan yang lebih tepat bukanlah "tidak ada bot ETH/IDR yang bisa dipercaya", melainkan:
"Metodologi kita saat ini, yang berbasis fitur teknikal standar, tidak cukup kuat untuk menaklukkan 'kepribadian pasar' ETH/IDR yang kompleks."
Perjalanan kita ini sangat berharga karena kita telah membuktikannya secara ilmiah. Kita telah menemukan batas dari kemampuan toolset kita saat ini.
Inilah sebabnya mengapa rekomendasi saya adalah kembali ke BTC/IDR. Bukan karena kita menyerah, tetapi karena kita membuat keputusan strategis yang cerdas berdasarkan data: fokuskan sumber daya kita pada aset di mana metode kita terbukti memiliki peluang untuk berhasil.
Fri, 20 Jun 2025 3:34 pm
Mencoba beralih ke Gemini untuk menghasilkan kode, dan Google Colab untuk eksekusi kodenya.
Gemini, dapat dispesifikasikan khusus untuk memproses kode. Saat ini saya menggunakan versi Pro gratis 1 bulan pertamanya, hehe.
Untuk colab sendiri, versi free sudah cukup tangguh untuk memproses LightGBM dengan Tuning yang lumayan.
Wed, 18 Jun 2025 12:34 am
Sudah lumayan akurat,...
Hasil prediksi LightGBM
Starting prediction at 2025-06-18 00:25:26.527611+07:00
Model loaded from indodax_btc_model_1h_lgbm.pkl
Fetched 100 real-time candles
Current Price: 1702391000.00 IDR
Predicted t+1 (2025-06-18 01:00:00+07:00): 1712739392.84 IDR
Predicted t+2 (2025-06-18 02:00:00+07:00): 1727775237.67 IDR
Starting prediction at 2025-06-18 00:43:04.820578+07:00
Fetched 100 real-time candles
Current Price: 1705819000.00 IDR
Predicted t+1 (2025-06-18 01:00:00+07:00): 1717910427.21 IDR
Predicted t+2 (2025-06-18 02:00:00+07:00): 1726127083.48 IDR
Diprediksi pukul 01.00 dan 02.00 WIB BTC akan UP
Kita update besok hari, seberapa akurasinya...
Tue, 17 Jun 2025 8:31 pm
Hyperparameter Tuning GridSearchCV pada Algoritma LightGBM membuat CPU 100%.
Tue, 17 Jun 2025 2:24 pm
Berkenalan dengan file .pkl, file ini digunakan untuk menyimpan stream data dalam binary. File ini digunakan untuk model training, sampai sejauh ini saya mengenal Random Forest, XGBoost, LightGBM, atau CatBoost.
Thu, 23 Jan 2025 8:05 pm
Mulai menulis kode python menggunakan library spacy. Library spacy lumayan kompleks, untuk sementara pake yang sederhana dulu menggunakan transformers dari Hugging Face. https://huggingface.co/ ==> ternyata tidak sederhana #project #python #spacy-python-library #transformers-python #Hugging-Face-library
Mon, 20 Jan 2025 5:01 pm
Spacy, library python untuk menganalisa pertanyaan atau text. Bertemu library ini ketika saya penasaran dengan bagaimana cara Grok menganalisa setiap pertanyaan saya dengan baik. Pertanyaan saya: pertanyaannya saya "berapa satu buah pepaya ditambah satu buah pepaya?". Tolong jelaskan cara anda memahaminya dengan cara seperti sebelumnya Grok: Tentu, berikut adalah langkah-langkah bagaimana saya memahami pertanyaan "berapa satu buah pepaya ditambah satu buah pepaya?": Analisis Teks: Saya mengenali bahwa ini adalah pertanyaan yang menggunakan kata-kata sebagai pengganti angka dalam konteks matematika. Kata "satu buah pepaya" mewakili angka 1, dan "ditambah" adalah operator penambahan. Pemahaman Konteks: Konteks Konversasi: Tidak ada konteks tambahan dari percakapan sebelumnya yang mempengaruhi pemahaman ini; ini adalah pertanyaan mandiri. Konteks Budaya/Waktu: Dalam konteks ini, makna "pepaya" sebagai buah tidak berubah di berbagai budaya, tetapi penggunaan buah untuk menggambarkan operasi matematika mungkin lebih kreatif atau pendidikan daripada konvensional. Nada dan Emosi: Nada dari pertanyaan ini masih netral, tetapi ada sedikit kecerdasan atau humor dalam menggunakan buah untuk menjelaskan matematika. Identifikasi Intent: Pertanyaan Faktual: Anda mencari jawaban atas operasi matematika yang diungkapkan dengan cara yang tidak konvensional, namun maksudnya sama seperti 1 + 1. Pengenalan Bahasa: Saya memahami bahwa "satu buah pepaya" adalah kata untuk angka satu dalam konteks ini. "Ditambah" adalah kata yang jelas menunjukkan operasi penambahan. Pertanyaan ini menggunakan bahasa sehari-hari untuk menggambarkan matematika. Ambiguitas dan Klarifikasi: Tidak ada ambiguitas dalam pertanyaan ini setelah dipahami bahwa "pepaya" adalah representasi dari angka satu. Namun, ini memberikan kesempatan untuk menjelaskan dengan cara yang lebih cerita atau visual, jika diperlukan. Setelah memahami semua ini, saya akan memberikan jawaban yang sesuai, menghubungkan kembali kata-kata ke dalam angka atau konsep matematika: Satu buah pepaya ditambah satu buah pepaya adalah dua buah pepaya. Jadi, jawabannya adalah 2. Dan... percakapan berlanjut hingga bagaimana cara menerapkan langkah-langkah tersebut menggunakan kode python, dan berikut jawaban Grok yang membuat saya tertarik untuk mencoba Spacy. "Menggunakan konteks NLP untuk memahami pertanyaan adalah tugas yang sangat kompleks yang melibatkan banyak lapisan pemrosesan. Berikut adalah gambaran hipotetis tentang bagaimana ini bisa dilakukan dengan Python, menggunakan beberapa library NLP yang umum seperti spaCy untuk parsing syntaksis dan transformers dari Hugging Face untuk model bahasa yang lebih canggih". #AI #twitter-x-Grok #python #spacy-python-library #NLP
Wed, 3 May 2017 9:58 am
Python saya kembalikan ke versi 2.7.9, Alhamdulillah lancar jaya. #python #not-problem-solved-yet
Wed, 3 May 2017 9:57 am
Saya belum familier dengan Python 2.7.13
script ini akan error pada versi sebelumnya int = 0 print "Nilai int adalah " + intNamun pada versi python 2.7.13 program terus berjalan tanpa ada error (silent). Permasalahannya adalah saat saya pindahkan file python dari backup, banyak yang tidak bisa jalan dan tanpa ada error sama sekali. Kelihatan berjalan lancar, namun sebenarnya tidak. Ini yang berbahaya .... T_T #tanyakenapa #python
Tue, 14 Feb 2017 9:09 am
Setelah sekian lama, saya baru tahu cara menggunakan file yang disediakan pypi. Ternyata tinggal download package-nya lalu jalankan setup.py dengan perintah python "python setup.py install". Works like a charm saat menginstall path.py. #nice #python #pypi #enlightenment
Wed, 21 Dec 2016 6:37 am
Percobaan mengawinkan PHP dan Python masih berlangsung, untuk tantangan pertama dan cukup berliku melewatkan POST file (upload) dengan perantara apache httpd dengan proxypass dan proxypassreverse berhasil dilakukan. Form upload ditangani PHP, sedangkan action diarahkan ke link yang sudah di "proxy" kan ke backend Python. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban PHP (bottleneck syndrom). Dengan memindahkan proses upload ke Python beban kerja didistrubusikan ke beberapa cpu dengan baik sedangkan PHP hanya akan mendistribusikan ke 1 cpu saja, terlihat dari grafik cpu htop yang meningkat di beberapa cpu saat proses upload Python berlangsung. Tantangan berikutnya adalah sharing session antara PHP dan Python, percobaan yang saya lakukan sampai saat ini sudah dalam tahap Python dapat membaca file session PHP namun belum berhasil mengekstrak informasi didalam file session, sepertinya PHP menggunakan serialisasi yang tidak lazim. Apakah perlu dilakukan split lagi? Hehe... that's not elegant ways i think. #python #php #proxypass #apache #kantor
Wed, 2 Nov 2016 11:05 am
Source
import socket hostname = "sso.intranet.pajak.go.id" ip = socket.gethostbyname(hostname) print ip print socket.gethostbyaddr(ip)Result
D:\PROJECTS\PYTHON\belajar\violent-python>python test1.py
10.245.7.41
('approweb.intranet.pajak.go.id', ['sso.intranet.pajak.go.id'], ['10.245.7.41'])
#kantor #python #nice
Thu, 29 Sep 2016 3:07 pm
Otomasi kerja bisa dengan ETL Software.
"In computing, Extract, Transform, Load (ETL) refers to a process in database usage and especially in data warehousing that performs: Data extraction – extracts data from homogeneous or heterogeneous data sources"Ane berkenalan dengan mainan ini setelah dapat softcopy dari Bu Nadia, kiriman dari KPP lain, lupa nama KPP nya, kebetulan isi disc-nya adalah #pentaho. Semakin kesini ane melihat pentaho terlalu kaya fitur, sampe ane bingung harus mulai dari mana, selain itu pentaho not free. Ane coba alternatif lain, dan sampailah kepada #talend, mirip dengan pentaho. Untuk talend, ane sudah berhasil membuat "job" dari database oracle ke excel, yang sebenarnya fitur ini sudah ada pada hampir semua Oracle Client Manager semacam Navicat dan yang lainnya. Selanjutnya ane mencoba membuat job yang menghasilkan diagram batang dari query oracle, dan #alhamdulillah berhasil, walaupun sebenarnya ini bisa dilakukan dengan :
1. query oracle dengan navicat 2. export hasilnya ke excel 3. bikin chart dengan excelTalend benar-benar membagi step-stepnya ke dalam block-block diagram, dari membuka koneksi hingga jadi excel. Jadi menurut ane talend ini semacam kumpulan modul kerja yang bisa disesuaikan dengan keperluan kerja, #nice bagi yang sudah terbiasa dengan software semacam ini. Jauh sebelum berkenalan dengan pentaho dan talend, ane pernah melihat software dengan banyak diagram semacam ini di komputer #mas_yuwan waktu sowan ke #tip tempo hari, ga tau apa nama softwarenya itu, tapi sepertinya itu ETL. Well, sampai sejauh ini ane tidak tau seberapa efektif penggunaannya untuk membantu kerja sehari-hari. Karena selama ini ane sudah terbiasa dengan #python.
Wed, 7 Sep 2016 9:12 am
Linglung,... socket atau websocket #python. Percobaan dengan socket dimarin berjalan lancar, #alhamdulillah. Tapi,... ada tapinya, percobaan dimarin itu hanya semacam http, server ON terus, saat ada client request diterima, lalu client close.... Untuk IM LAN, brarti setiap aplikasi terdiri dari server yang always ON menerima pesan masuk, dan client yang bertugas meneruskan pesan keluar. Dengan model seperti ini, maka ada banyak komputer kantor yang portnya terbuka karena setiap aplikasi berdiri sendiri. Mereka adalah server sekaligus client. Alternatifnya adalah sentralisasi, dengan websocket. Model websocket lebih hemat port...
Mon, 15 Aug 2016 8:55 am
#alhamdulillah Setelah beberapa hari yang lalu sempat shock dengan "Unable to acquire Oracle environment handle"-nya #py2exe dan #cx_oracle, hari ini berjalan dengan lancar. Solusi dari #stackoverflow menjawab pertanyaan ini. Dan ternyata (lagi), masalah ini sudah ditanyakan sejak 2009 dan jawabannya masih relevan. Wow !! Sekarang ane punya aplikasi portable .exe yang dibangun dengan #python dan support #oracle. :D
Thu, 4 Aug 2016 7:10 pm
#alhamdulillah berhasil uji coba threading dengan #pyside #python. Value bisa dikirim dari thread A ke thread B dengan perantara signal, diujung jam kerja tadi works like a wowowow... Apa itu thread? dan mengapa harus dengan beda thread? Jadi thread itu semacam alokasi memori untuk sebuah proses komputasi, thread GUI sebaiknya dipisahkan dari thread yang memproses tugas lainnya. Tanpa pemisahan thread, saat terjadi proses, misal koneksi ke database, read/write file yang memerlukan memori cukup besar akan mem-freeze GUI. Aplikasi menjadi not responding (beberapa waktu) sementara proses-proses itu dijalankan. Walaupun saat proses selesai dijalankan GUI kembali normal. Dengan thread berbeda, GUI tetap responsive saat proses lain sedang berjalan. Nah, dengan pyside, ada keuntungan lainnya, selain bisa melakukan proses di thread yang berbeda, antar thread ini pun bisa saling mengirim data. Contoh konkretnya? Progress Bar !!
Thu, 2 Jun 2016 5:38 pm
Hari ini berjibaku dengan bongkar pasang app.py ke bentuk OOP (maunya),... lebih tepatnya membagi-bagi menjadi beberapa modul yang dibungkus dengan class. #alhamdulillah berjalan lancar jaya. Hanya saja masih amburadul, kapan akses GUI dan kapan hanya utak-atik data. Masih terlalu lucu script #python nya ... yang penting sudah terurai ke beberapa file. Dibandingkan kemaren yang masih berkutat di app.py mawon. Hehehehe
Wed, 1 Jun 2016 12:30 pm
#py2exe sepertinya cukup sampai disini dulu ... selain banyak yang tidak cocok saat di eksekusi via #python, ternyata juga harus belajar mengalokasikan memory.... #fyuuh. Tidak cocok misalnya, subprocess curl yang berjalan mulus dan realtime ditampilkan di widget #tkinter saat app.py jadi sendat-sendat saat dijalankan oleh app.exe. Dan akhirnya error not enough memory ... Untuk interface yang tersendat ane masih bisa memaklumi, tapi kalo sudah masalah memory,... ane nyerah. Hehe, run via python aja wes.
Fri, 29 Apr 2016 3:11 pm
Argghhh... memang perlu didokumentasikan.
Install #cx_oracle #python di #windows10 :
Langkah-langkah :
1. Download cx_Oracle installer
Pilih yang : cx_Oracle-5.1.3-11g.win32-py2.7.exe
2. Jalankan hasil downloadnya, next, next, next, Selesai.
Lalu jalankan ulang script pythonnya
3. Error .... 9&(^%%&%*%&%(*^???
--------------------------------------------------------------------------
D:\PROJECTS\PYTHON\belajar>python oracle_conn.py
Traceback (most recent call last):
File "oracle_conn.py", line 1, in <module>
import cx_Oracle
ImportError: DLL load failed: The specified module could not be found.
--------------------------------------------------------------------------
4. Ternyata oh ternyata ....
5. Hanya tinggal disambungkan ke #instantclient nya #oracle
6. Jadi, download dulu instanclient. Bisa di alamat ini :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
http://www.oracle.com/technetwork/topics/winx64soft-089540.html
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
7. Instanclient bukan installer, hanya zip/rar yang perlu di extract
8. Setelah di extract, daftarkan folder extract tadi ke Env nya #windows.
9. Tutup Terminal script
kalo nggak ditutup/close session terminal, env yang baru ga terbaca
10. Jalankan kembali script
11. Done
Disarankan menggunakan installer saja, kalo #pip / #easy_install katanya agak ribet nyettingnya
#problemsolved #alhamdulillah
Tue, 8 Mar 2016 8:15 am
Ternyata ada hikmah besar dari ikut bid di #projectcoid. Walopun tidak meneguk rupiah, tapi dapat harta karun yang jauh lebih besar dari itu, scrapping controlled by web, great combination of #golang, #curl and #python. Model ini dengan mudah dapat diimplementasikan untuk scrapping data intranet, dimulai dengan bank data SPT, #sidjp yang melegenda itu. Bhahaha... Untuk #sikka serahkan saja tokenisasinya dengan #selenium; dan lagi-lagi; dipadukan dengan #python... works like a charm. #nice
Tue, 22 Dec 2015 2:14 pm
Masang #python 3 di laptop asus, Biar ga bentrok dengan python yang sudah ada, pake VMWare windows 7, minta SP 1, #alhamdulillah hari ini sudah bisa terinstall. Sambil menunggu donlot fpbnsfp
Thu, 19 Mar 2015 8:14 am
pip masih error, untuk koneksi ke mysql dari #python sementara pake installer saja ... Installer kmarin bermasalah "could not find python 2.7", padahal sudah ane install, ternyata masalahnya di jenis pythonnya ... error itu karena python yang ane pake 64 bit, setelah ganti ke python 32 bit, running smoothly. Installer mysql-python detect python 2.7. Untuk #pip sendiri masih tetap error seperti dimarin,... could not find blablabla .h
Wed, 18 Mar 2015 11:57 am
Rewrite ulang script #python di #kantor, nyoba modular ... sekarang lagi proses install pip mysql, sebelumnya pake installer windows, dengan cara ini kurang fleksibel karena dibatasi hanya dengan installer. Kalo pake pip banyak pilihannya, dengan command "pip search mysql" misalnya, ada banyak pilihan untuk mysql
Sat, 7 Mar 2015 2:36 pm
belajar list/array di $go
Yang saya tahu pada awalnya, pada #javascript dan #python a = ['ikan', 'sayur', 'buah', 1, 2, 3] selesai, list sudah langsung terbentuk bahkan dengan #php pun mudah a = array('ikan', 'sayur', 'buah', 1, 2, 3) Buum, jadi .... di GO lumayan runyam, namun JELAS dan RAPI listA := []string{"ikan","sayur","buah", "1", "2", "3"} listB, _ := json.Marshal(listA) fmt.Println(string(listB)) // output ["ikan","sayur","buah","1","2","3"] listA2 := []int{1,2,3} listB2, _ := json.Marshal(listA2) fmt.Println(string(listB2)) // output [1,2,3] listA adalah list dengan type data STRING, angka bisa masuk, tapi dia tidak diperlakukan sebagai INT (dengan petik dua "") sedangankan listA2 adalah list dengan type data INT, anggotanya benar-benar angka (tanpa petik dua ""), ikan sayur buah ERROR pada saat di-compile jika dipaksakan masuk kode lengkapnya #go-nya : package main import "fmt" import "encoding/json" type Blog struct { id string things string tag []string } func main() { fmt.Println("Mari mulai ...") // list listA := []string{"ikan","sayur","buah", "1", "2", "3"} listB, _ := json.Marshal(listA) fmt.Println(string(listB)) listA2 := []int{1,2,3} listB2, _ := json.Marshal(listA2) fmt.Println(string(listB2)) // dict mapA := map[string]int {"apple": 5, "lettuce": 7} mapB, _ := json.Marshal(mapA) fmt.Println(string(mapB)) }
Tue, 28 Oct 2014 11:19 am
Fungsi GRAB crawler Republika must 200 set ke OFF, karena kadang ada link yang redirect, kode 302
def grab(list,label) :
parameter = ["curl","-H","User-Agent: Mozilla/5.0 (Windows NT 6.1; rv:26.0) Gecko/20100101 Firefox/26.0 FirePHP/0.7.4","--max-time", "1000", "--write-out", "%{http_code}", "--silent"]
for l in list :
parameter.append(l)
default_code = "000"
reconnect = ""
proc = subprocess.Popen(parameter,stdout=subprocess.PIPE)
(out, err) = proc.communicate()
print label
'''
while default_code != "200" :
proc = subprocess.Popen(parameter,stdout=subprocess.PIPE)
(out, err) = proc.communicate()
if str(out) == "200" :
default_code = "200" # OK
info = "OK"
elif str(out) == "000" :
info = "FAIL"
reconnect = "reconnect"
elif str(out) == "302" :
info = "REDIRECT"
reconnect = "reconnect"
else :
info = "..."
reconnect = "reconnect"
print label + ": " + str(out) + " " + info + " " + reconnect
'''
#webkoe #script #python
Sat, 14 Jun 2014 1:43 pm
#enlightenment, execute #python ke #mysql dengan type table InnoDB bisa dengan perintah conn.autocommit(True)... tanpa harus mengubahnya ke type data MyISAM.
Fri, 14 Mar 2014 1:26 am
Python Substr :
>>> x = "Hello World!" >>> x[2:] 'llo World!' >>> x[:2] 'He' >>> x[:-2] 'Hello Worl' >>> x[-2:] 'd!' >>> x[2:-2] 'llo Worl' #python
Thu, 13 Mar 2014 8:54 pm