#copas
Thu, 30 Aug 2018 7:14 pm
Why is Indonesia such a terrible and dangerous country?

Indonesia, terrible and dangerous?

Let me give you an outsider perspective about this awesome country. I'm an Indian, who lives in Malaysia but has great privilege of traveling S. E. A. and I stay in Indonesia for an average of 7 to 10 days a month.

Indonesia is awesome: group of 16,000+ islands calling it a country!!! How fantastic is that. We in India speak unity in diversity and take pride in saying that we have a different language, food, pretty much everything change every 200km; come to Indonesia and see her. Every time I come here, my love towards this country is growing. She grows on you.
She's messy, but there's magic in her madness : This country has the worst of traffic, but I see her improving her infrastructure every time I come. The airport is getting renovated and built. Roads, bridges, she's on fire. Give this country a few more years.
Business sentiment and start up eco system : I can speak in length about this as my job is closely related to funding startups. Venture capital funds are chasing Indonesian start ups. Most active region for VCs and PE I'm APAC is now Indonesia. This country is now what India was around 10 years back in startup ecosystem .
Uber? She has Go-jek, Traveloka, tokopedia and many more: I've met and visited most of these world class start ups from Indonesia. The sentiment here for chasing BIG dream is high.
Malls: The Malls in Indonesia has to be seen to believe. They ooze with luxury and size is mammoth. These malls can give any shopping space in APAC a run for its money. Come and see them for real.
Food: divine. I can write into pages about the diverse food options here. Try the Ox tail soup next.
Disturbingly humble: people in Indonesia will make you totally uncomfortable with their humbleness. One Just wonder how can people be this humble. They really give you respect and the hospitality is seen to be believed. They may not speak fluent English, but they try their level best to communicate and convey what they need to.
Ladies: now, this point is debatable like beauty lies in the eyes of the beholder, kind. But, men here is lucky, bloody lucky. This country is blessed with some of the most beautiful ladies I have ever met. I tried Tinder a few times and I did wonder, for what reasons will I unlike a lady, I've never been this confused ever.
This country is the largest Islamic population in the world but it's tolerance levels are very high. That doesn't mean it isn't having its trouble with religious extremism, but it handles it definitely better, at least for now.
Party scene: so, you have been to Bangkok, and other widely popular party destinations, then you haven't seen the best party yet. Come to Jakarta!!!! My friends from Jakarta know what I mean….
I can go one and on. I'm not a fan boy of this country, but I do like this place. It has genuinity. They know they are a developing country and we can see the efforts they are putting in to make their country better.

“Terrible”, “dangerous”, etc. are strong words. She's not perfect, so isn't my country as well as yours.

Life is too short for hatred.

Peace Bro.

https://www.quora.com/Why-is-Indonesia-such-a-terrible-and-dangerous-country

#quora #nice #copas
Thu, 26 Jul 2018 9:42 pm
 
In November 2015, a rumor began circulating on social media that when Apple co-founder Steve Jobs passed away at age 56 in 2011, he delivered a speech or left behind a deathbed essay about the meaning of life. One of the earliest iterations of this rumor we’ve found was published on gkindshivani.wordpress.com under the title “DID YOU KNOW WHAT WERE THE LAST WORDS OF STEVE JOBS?”:

“I reached the pinnacle of success in the business world. In others’ eyes, my life is an epitome of success.

However, aside from work, I have little joy. In the end, wealth is only a fact of life that I am accustomed to.

At this moment, lying on the sick bed and recalling my whole life, I realize that all the recognition and wealth that I took so much pride in, have paled and become meaningless in the face of impending death.

In the darkness, I look at the green lights from the life supporting machines and hear the humming mechanical sounds, I can feel the breath of god of death drawing closer …

Now I know, when we have accumulated sufficient wealth to last our lifetime, we should pursue other matters that are unrelated to wealth …

Should be something that is more important:

Perhaps relationships, perhaps art, perhaps a dream from younger days

Non-stop pursuing of wealth will only turn a person into a twisted being, just like me.

God gave us the senses to let us feel the love in everyone’s heart, not the illusions brought about by wealth.

The wealth I have won in my life I cannot bring with me. What I can bring is only the memories precipitated by love.

That’s the true riches which will follow you, accompany you, giving you strength and light to go on.

Love can travel a thousand miles. Life has no limit. Go where you want to go. Reach the height you want to reach. It is all in your heart and in your hands.

What is the most expensive bed in the world?

Sick bed …

You can employ someone to drive the car for you, make money for you but you cannot have someone to bear the sickness for you.

Material things lost can be found. But there is one thing that can never be found when it is lost — Life.

When a person goes into the operating room, he will realize that there is one book that he has yet to finish reading — Book of Healthy Life.

Whichever stage in life we are at right now, with time, we will face the day when the curtain comes down.

Treasure Love for your family, love for your spouse, love for your friends.

Treat yourself well. Cherish others.”


copy from https://www.snopes.com/fact-check/steve-jobs-deathbed-speech/
#nice #steve-jobs #copas
Wed, 6 Dec 2017 7:23 pm
 Cara Mandi Rasulullah SAW
Yang diajarkan oleh Baginda. 
1. Bermula dari segayung siram di telapak kaki
2. Segayung di betis
3. Segayung di paha
4. Segayung di perut
5. Segayung di bahu
6. Berhentilah sejenak 5-10 saat/detik.
●Kita akan merasakan seperti uap/angin yang keluar dari
ubun-ubun bahkan meremang, setelah itu lanjutkan
dengan mandi seperti biasa.

●Hikmahnya:
Seperti pada gelas yang diisi air panas kemudian kita isi
dengan air sejuk. Apa yang terjadi?
Gelas akan retak !!!
●Jika tubuh kita.... apa yang retak?
Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu sejuk, maka
yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada
badan atau kepala, angin yang harusnya keluar jadi
terperangkap atau kadang membawa maut karena
pecahnya pembuluh darah.

●Maka sebab itu kita sering menjumpai orang jatuh di
bilik mandi tiba-tiba kena 'stroke'. Boleh jadi kita sering
masuk angin karena cara mandi kita yang salah. Boleh
jadi kita sering migrain karena cara mandi yang salah.

●Cara mandi ini baik bagi semua umur
terutama yang mempunyai sakit diabetes, darah tinggi, kolesterol dan migrain/sakit kepala sebelah.
Insya Allah dpt ber angsur sembuh...

{ Silahkan share ilmu untuk manfaat bersama dan ganjarannya
akan ttp mengalir bg siapaun yg mngajarkan cara mandi Rosulullah :')
#nice #copas
Tue, 28 Nov 2017 10:52 pm
Bismillah... Seorang Profesor di Jepang melakukan Riset yang Mengejutkan...
.
1. *Maag* bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena *stress*

2. *Hypertensi* bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam me manage *emosi*.

3. *Kolesterol* bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa *malas berlebih* yang lebih dominan menimbun lemak.

4. *Asthma* bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa *sedih* yang membuat kerja paru-paru tidak stabil.

5. *Diabetes* bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, tapi sikap *egois dan keras kepala* yang mengganggu fungsi pankreas.

6. Penyakit *liver* bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat *Suudzon* kepada orang lain yang justru merusak hati kita.

7. *Jantung koroner* bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi *Jarang Sedekah* membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.

Faktor penyebab penyakit adalah karena masalah- :
*Spiritual* 50%- 
*Psikis* 25%- 
*Sosial* 15%- 
*Fisik* 10%

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki:

*Diri kita,*
*Pikiran kita,*
terutama hati kita dari segala jenis penyakit hati :
*hasad, hasud, iri, dengki, pendendam, fitnah, ghibah, riya, ujub, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, su'udzon, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya*.

Perbanyak *istighfar dan mudah memaafkan.*

Lembutkan hati dan ikhlas kan yang sudah terjadi.

Banyak *bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun.*

Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Serap ilmu dari arah mana saja. Dari kawan maupun lawan.

Karena seringkali ada hikmah tersembunyi dari kejadian yang menimpa orang-orang di sekitar kita.

SEMOGA BERMANFAAT

Dr. Dicky MSc MPH

#copas #nice
Tue, 7 Nov 2017 5:36 am
*Mencium Anak, Sunnah Nabi SAW*

“Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga.” (HR. Bukhari)"
      
*4 Anggota Tubuh Anak Yang Perlu Dicium Orangtua Setiap Hari*

Mari lahirkan rasa kasih dalam diri anak-anak melalui sifat orang tua yang penyayang. 

Berikut ini adalah saran kami sebagai psikolog Islam yang sebaiknya diamalkan setiap hari terhadap anak-anak.

*CIUMAN KASIH SAYANG*

1. *Di ubun-ubun*, 
menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak sambil didoakan agar menjadi anak soleh/sholehah, aamiin.

2. *Di dahi*, 
menandakan orangtua redha atas keberadaan anak. 
Rasulullah s.a.w mencium Fatimah radiallahu anha di dahinya.

3. Di *kedua pipi*
sambil mengucap masya Allah, sebagai tanda _syauq_ (perasaan sayang dan rindu) orangtua terhadap anak.

4. *Di tangan anak*, 
tanda _mawaddah wa hubb_ (kasih sayang) sambil mengucap _barakallah_, sebagaimana Rasulullah s.a.w juga selalu mencium tangan putri tercinta : Fatimah r.a.

*SENTUHAN SAYANG*

1. *Menggosok belakang kepala anak*, sebagai tanda kasih sayang dan perlindungan.

2. *Menggosok atas kepala atau ubun-ubun*, menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak.

3. *Mengusap dahi*, sebagai tanda _syauq_ (perasaan sayang dan rindu) terhadap anak.

4. *Kedua pipi*, juga tanda _mawaddah wa hubb_ (kasih sayang)

5. *Memegang kedua tangan*, untuk menenangkan anak ketika perasaannya tampak kacau atau bingung.

*Perhatian* :
Usaplah dada anak sambil istighfar saat ia menunjukkan kecenderungan berbuat salah atau sedang marah, untuk menenangkannya.

Lakukan tindakan mawaddah warohmah ini diiringi kalimat2 thoyyibah.

*SUDAH KAH KITA CIUM ANANDA HARI INI?*

#insaALLAH niat amal dan sampaikan 😍😘😚
#nice #copas
Tue, 15 Nov 2016 6:15 am
Copas dari dokter.... *🐔 AYAM POTONG (BROILER) 🐔* _*Sayap, ceker dan kepala sampai leher ayam potong atau broiler..*_ 🍀🍀 Ayam, bila diolah sangat lezat bukan..?"  Entah Anda sudah menikah atau belum, maka wanita harus berhati-hati.. 🍀🍀 Baru-baru ini telah terjadi pada seorang wanita Indonesia (tidak usah disebut identitas-nya), tumbuh "lists" dalam rahim (kista coklat), melakukan operasi tumor yang penuh dengan darah, dan darahnya berwarna hitam gelap.. 🍀🍀 Mereka berpikir, bahwa setelah operasi akan sembuh, tetapi hanya beberapa bulan kambuh lagi, sehingga akhirnya mereka melakukan konsultasi ke ginekolog.. 🍀🍀 Dokter Ginekolog tersebut kemudian bertanya : "Apakah Anda suka makan sayap ayam, leher ayam dan ceker ayam..?" 🍀🍀 Wanita itu sangat terkejut..? Lalu bertanya : "Loh, kok dokter bisa tahu kesukaanku..?" 🍀🍀 Dokter : "Hormon pertumbuhan (growth-hormone) ayam ataupun antibiotiknya, selalu diinjeksi di bagian sayap, atau leher ayam.. Sementara kaki ayam tempat menimbun end product antibiotik dan turunan second hormonal.. 🍀🍀 Dokter tersebut meneruskan : "Karena itu kegemaran makan sayap ayam atau kaki, akan serta merta menambah sekresi hormon bagi wanita.. Akibatnya second hormonal tersebut akan terakumulasi menjadi toxin yang ujung-ujungnya menjadi karsinogen, sehingga wanita peng-konsumsi sayap, kaki dan leher ayam, sangat rentan terkena kanker yang berkenaan dengan kelenjar hormonal seperti : kanker rahim, cervix dan payudara.. 🍀🍀 Oleh karena itu, kami menyarankan Anda jangan banyak mengkonsumsi sayap ayam atau kakinya.. Saat ini 80% wanita memiliki fibroid/rahim dan mudah untuk mendapatkan kista coklat tersebut.." 🍀🍀 _*SEHAT ITU TAK TERNILAI..*_ 🍀🍀 Ketika Anda melihat pesan ini, apa yang akan Anda lakukan..? 🍀🍀 Meneruskannya kepada teman dan keluarga di sekitar (terutama teman-teman perempuan).. Atau mengabaikan dan skeptis..? 🍀🍀 Ekspektasi saya : Jika di friend-list anda ada ribuan teman, cukup 10 orang saja yang men-share ulang, sehingga minimal juga ada 10 orang yang baca.. Siapa tahu di kelipatan ke sekian kalinya, ada yang tertolong..? Karena Anda peduli.. Indahnya berbagi.. 🍀🍀 Salam.. dr. Rosdiana Ramli, SpOG 🌿🌿🍁🌿🌿🍁🌿🌿 #copas
Sat, 12 Nov 2016 5:23 am
✅ * Parenting Fitrah Sexualitas anak... * *Euis Kurniawati* Masih terngiang2 kata bapak baik hati yg mengantar kami ke stasiun tawang tempo hari... "Mumpung anak masih kecil, jangan sampai salah seperti saya ya. Anak pertama usia 22 thn hafal 18 juz. Anak kedua dan ketiga semua hafidz dan hafidzah. Tuntas 30 juz. Tapi ... saya sedih karena untuk sholat saja mereka masih diingatkan dan disuruh. Saya menangis saat saya baru sadar bahwa ada yg terlewat kala itu. *** Fitrah keimanan (dibahas saat workshop) yg harusnya ditanam di 7 tahun pertama hidupnya ternyata lupa saya kawal lebih ketat dan belum tuntas. Dan sekarang kami harus "restart" dari awal untuk mengulang proses yg terlewat". Hmm,,, Jazakumullah khairan katsira nasehat berharganya pak,,, Satu hal lagi yg saya dapat saat mengikuti worshop home education based fitrah and tallent di Semarang bbrp waktu lalu bersama ust Harry. _*Didiklah anak sesuai fitrah*_ Fitrah apa? Ada bbrp fitrah. _Diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas_. Fitrah seksualitas? Wow, , , gimana itu? *** Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya. Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksulitasnya sbg perempuan. Jika ia laki2, maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki2. Pertanyaan berikutnya yg muncul, bagaimana tekhnis membangkitkan fitrah seksualitas ini ? Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya. *** *Usia 0 - 2 tahun* _Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya._ Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun. Menyusui, bukan memberi asi. Langsung disusui tanpa pumping dan tanpa disambi pegang hp. *** *Usia 3 - 6 tahun* _Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya._ Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya. Perbanyak aktivitas bersama. *** *Usia 7 - 10 tahun* _Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya. ⋅_ Jika anak laki2, maka dekatkan dengan ayahnya. Ajak anak beraktifitas yg menonjolkan sisi ke-maskulin-annya. Nyuci motor, akrab dg alat2 pertukangan, dsb. Jika anak perempuan, maka dekatkan dengan bundanya. Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan ke-feminin-annya. Stop katering dan banyak utak atik di dapur bersama anak, melibatkan saat bersih2 rumah, menjahit dsb. *** Usia 11 - 14 tahun _Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan._ Lintas gender. Jika anak laki2, maka dekatkan pada bundanya. Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya. * Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tsb 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki2 lain. Di sebuah artikel parenting, dulu saya juga menemukan hal senada. Jika tdk dekat dg ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki2 yg menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata. Logis juga sih. Saat ada laki2 yg memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau krn ada ayahnya yg lebih sering memujinya. Kalau ada laki2 yg memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek2 krn ada ayahnya yg lbh dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah. Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dg ayahnya, maka sebaliknya, anak laki2 harus dekat dengan bundanya. Efek yg sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki2 punya potensi lebih besar untuk jadi suami yg kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan. Ada yang tanya, lho kalau ortunya bercerai atau LDR bagaimana? Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan. Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki2 lain yg bs menjadi sosok ayah pengganti. Bisa kakek, atau paman. Sama dengan rasulullah. Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu. Ada kakek dan pamannya. Ada nenek, bibi dan ibu susunya. *** _Fase berikutnya setelah 14 thn bagaimana? Sudah tuntas. Krn jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh._ Artinya anak kita sudah "bukan" anak kita lagi. Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita. Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak2, karna kita hanya punya waktu 14thn saja. Saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan ya teman2. Moga allah mampukan dan bisa mempertanggungjawabkan amanah ini kelak di hari penghitungan.. Selamat berkumpul dan merajut cinta bersama keluarga. Apapun keadaannya, jangan lupa bersyukur dan bahagia ya.. #pentingnya_kurikulum #janganburu2 ¥ #homebased_education #home_education_based_akhlak_and_talent [⋅} #copas #nice
Tue, 3 Feb 2015 5:47 pm
Jangan Tenangkan Anak Rewel dengan "Gadget"

KOMPAS.com - Anak-anak masa kini memang akrab dengan gadget. Walau teknologi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia, tetapi sebaiknya jangan biarkan anak terlalu terikat dengan gadget. 

Ancaman terbesar dari anak-anak yang terlanjur akrab dengan gadget bukan hanya kecanduan, tapi juga buruk bagi perkembangan emosionalnya. Hal ini terutama jika orangtua menjadikan gadget sebagai "mainan" untuk menenangkan anak yang sedang rewel atau tantrum.

Meskipun e-book dan beragam aplikasi yang terdapat dalam gadget dapat memberikan manfaat, tapi sebenarnya aplikasi tersebut sia-sia jika diberikan pada anak di bawah umur dua tahun, dan akan efektif bila digunakan dengan pendampingan. 

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa anak-anak di bawah usia 30 bulan, tidak bisa belajar dari televisi, video, ataupun dunia maya sebaik interaksi mereka dengan kehidupan nyata dan lingkungan sekitarnya. 

Bayi dan balita sesungguhnya belajar banyak melalui sentuhan dan pengalaman yang mereka jumpai setiap harinya.

Dr Jenny Radesky dari Boston University School of Medicine mengatakan, penggunaan gadget pada balita saat ini semakin intensif akan memberikan dampak pada perkembangan perilaku anak. 

"Kita belum tahu dengan baik apakah ada efek dari gadget pada tumbuh kembang anak. Penggunaan gadget juga telah mengurangi dan menggantikan jumlah waktu tatap muka langsung antar manusia," katanya.

Telah dipelajari dengan baik bahwa kebiasaan menonton televisi dalam waktu yang lama akan menurunkan perkembangan anak, baik secara keterampilan bahasa maupun keterampilan sosialnya.

Penggunaan gadget yang berlebihan di usia dini bisa mengganggu perkembangan keterampilan berempati, sosial dan pemecahan masalah yang biasanya diperoleh anak dengan menjelajahi, bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya.

Gadget yang beredar saat ini juga telah menggantikan peran anggota tubuh dalam melakukan fungsinya, terutama dalam pengembangan sensori dan visual motorik. Padahal keduanya penting untuk menunjang proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

"Jika perangkat gadget ini menjadi cara utama untuk menenangkan dan mengalihkan perhatian anak, apakah mereka kelak akan mampu mengembangkan keterampilan pengendalian diri mereka sendiri?" katanya.

Orangtua juga sebaiknya mencoba setiap aplikasi yang ada sebelum mengizinkan anak-anak mereka mengaksesnya lebih lanjut. Selain itu, dianjurkan untuk menggunakan aplikasi tersebut bersama-sama dengan anak.  (Monica Erisanti)
#kompas #copas