Tue, 23 Jun 2015 11:15 am
Ketika Allah tertawa
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh 
Imam Ahmad bahwa dari Abdullah
bin Mas’ud ra bahwa Rasulullah saw 
bersabda yang artinya, 

“Sesungguhnya yang terakhir kali 
masuk surga adalah seseorang 
yang berjalan diatas Shirath, 
sesekali terpeleset berjalan dan 
sesekali api menghanguskannya. 
Ketika telah melewati shirat ia 
menoleh ke belakang melihat 
neraka dan ia berkata 

“Maha suci Allah yang telah 
menyelamatkan aku darinya, 
sungguh Allah telah memberi
kepadaku apa yang belum 
pernah diberikan kepada 
seseorangpun dari awal 
sampai akhir”. 

Beliau Nabi saw melanjutkan 

“Lalu sebuah pohon diangkat 
(didekatkan) untuknya (untuk 
hamba Allah yang terakhir tadi). 
Iapun melihat pohon itu 
dan berkata 

“Wahai Rabbku…dekatkanlah 
aku pada pohon ini agar aku 
dapat berteduh dan meminum 
airnya”. 

Maka Allah berfirman 

“Wahai hamba-KU semoga selalu 
kepada-KU, jika AKU dekatkan 
pohon itu kepadamu, maka 
apakah kamu akan meminta yang 
lain lagi dari pada KU?

Hamba Allah itupun berkata 

“Tidak wahai Rabb-KU”.

Dan ia membuat perjanjian 
kepada Allah untuk tidak meminta 
yang lainnya kepada-Nya, 
sedangkan Rabb (Allah) adalah 
maha perkasa lagi maha tinggi, 

DIA mengetahui bahwa ia akan 
meminta kepada-Nya karena ia 
melihat sesuatu yang membuat ia 
tidak bersabar atasnya. 
Maka pohon itu didekatkan 
kepadanya. Kemudian diperlihatkan 
pohon yang lebih indah dari 
itu kepadanya.

Maka iapun berkata 

“Wahai Rabb…dekatkanlah pohon 
itu kepadaku agar aku dapat 
berteduh dibawahnya dan 
meminum airnya”. 

Maka Allah berfirman 

“Wahai hamba-KU…bukankah kamu 
telah membuat perjanjian kepada-KU 
bahwa kamu tidak akan meminta 
yang lainnya kepada-KU? 

Maka hamba Allah itu berkata lagi 

“Wahai Rabbku… yang ini lagi aku 
tidak akan meminta yang lainnya 
kepada-MU. Dan iapun membuat 
perjanjian kepada-Nya sedang Allah 
mengetahui bahwa hambanya itu
pasti akan meminta yang lainnya 
lagi kepada-Nya. 

Maka pohon itupun didekatkan 
kepadanya, lalu diperlihatkan 
sebatang pohon didekat pintu 
syurga yang lebih indah dari pada 
pohon itu untuknya. 

Maka iapun berkata 

“Wahai Rabb-KU…dekatkan pohon 
itu kepadaku agar aku dapat 
berteduh dibawahnya dan 
meminum airnya”. 

Maka Allah berfirman 

“Wahai hamba-KU…bukankah kamu 
telah membuat perjanjian kepada-KU 
untuk tidak meminta yang lainnya 
kepada-KU? 

Maka hamba Allah itu berkata 

“Wahai Rabb-KU… pohon ini saja, 
aku tidak akan meminta yang lainnya 
kepada-MU dan iapun membuat 
perjanjian kepada-Nya sedang Rabb 
mengetahui bahwa ia akan meminta 
yang lainnya kepada-Nya, karena ia 
melihat sesuatu yang membuat ia 
tidak bersabar atasnya. 

Maka pohon itu didekatkan 
kepadanya,lalu ia mendengar suara 
penghuni syurga,lalu aipun berkata 

“Wahai Rabb-KU… surga-surga”.

Maka Allah berfirman 

“Wahai hamba-KU…bukankah 
kamu telah membuat perjanjian 
bahwa kamu tidak akan meminta 
yang lain lagi kepada-KU? 

Maka ia berkata 

“Wahai Rabb-KU…
masukkanlah aku ke syurga”. 

Beliau bersabda 

“Maka Allah azza wa jalla 
berfirman “Apalagi yang harus 
Aku singkirkan darimu sehingga 
tidak meminta kepada-KU lagi”? 

Wahai hamba-KU… 
apakah kamu merasa puas jika 
Aku memberimu syurga dunia 
dan yang sepertinya sekaligus”?. 

Ia berkata 

“Wahai Rabb-KU…. 
apakah Engkau tidak mengolok-
olokkan aku, sedangkan engkau 
pemilik segala kemuliaan?”. 

Perawi berkata 

“Maka Abdullah tertawa hingga 
terlihat gigi gerahamnya 
kemudian berkata 

“ Tidakkah kalian bertanya 
kepadaku mengapa aku 
tertawa?. 

Mereka bertanya mengapa kamu 
tertawa?. 

Ia menjawab karena Rasulullah 
saw tertawa kemudian Rasulullah 
saw bersabda kepada kami 

“Tidakkah kalian bertanya 
kepadaku mengapa aku tertawa?. 

Mereka bertanya 
“Mengapa engkau tertawa wahai 
Rasulullah ?. 

Beliau menjawab 
“Karena Rabb tertawa ketika orang 
itu bertanya “ 
Apakah Engkau mengolok-olokkan 
aku padahal Engkau adalah pemilik 
segala kemuliaan”?. 

(HR. Ahmad). 
56 views

Additional Info: