Pinned
Dashboard
Logout
Home
Create
Mungkin itu sebabnya kenapa "bekerja dengan hati" masuk dalam penilaian kinerja pegawai, meskipun jawabannya bisa dibilang konyol, pilihan;sering,jarang,selalu,tidak pernah,... hahaha, sepertinya DJP mulai sadar kalo pegawainya sedang mengalami krisis yang berbahaya, krisis mental ... pimpinan menengarai bawahannya mulai tidak bekerja dengan hati,... memeng betul pak, bekerja iti tidak perlu dengan hati, tapi dengan perbuatan,... hahahaha, kalo hati-hati beru betuul